Jangan jadikan COPAS (Copy-Paste) sebagai budaya ! ! !
Pin It

Syariat Islam Mendiskriminasi Perempuan?

8comments



Syariat Islam Mendiskriminasi PerempuanNanggroe Aceh - Ini merupakan judul yang menarik menurut saya untuk bahas. Mengapa? Ketika syariat Islam mulai ditegakkan di Aceh, kaum perempuan dan LSM-LSM kerap menyatakan pendapat negatif bahwa syariat Islam itu tidak relevan dengan zaman sekarang dan merugikan kaum perempuan. Nah, apakah syariat Islam mendiskriminasi perempuan? 

Baiklah mari kita mulai membahas dari hal yang terkecil dahulu. "Suara perempuan", dalam Islam itu aurat. Alasannya adalah suara perempuan itu merupakan sesuatu yang menarik perhatian para lawan jenisnya. Berarti dalam Islam perempuan dilarang mengeluarkan suara? Tentu tidak demikian pemaknaannya, Anda bisa menilainya sendiri ketika perempuan bersuara itu seperti apa rasanya tapi jangan nilai suara perempuan yang muhrim Anda ya, karena itu lain bahasannya. Sebenarnya adalah Islam memiliki aturan tentang suara perempuan, menurut jumhur ulama suara perempuan bukanlah aurat jika perempuan itu berbicara dengan sopan dan beretika (tidak mengundang nafsu dari lawan jenis). Kita semua tahu bahwa hadist-hadist Rasulullah ada yang diriwayatkan dari Shahabiyah atau shahabat-shabat Rasulullah yang perempuan, seperti Aisyah dan lain-lain. Dalam riwayat Rasulullah juga didapati bahwa perempuan ketika itu bebas berbicara dengan Rasulullah terutama menyangkut hal-hal dalam Rumah Tangga tanpa harus melalui hijab. Tentu mereka berkomunikasi dengan Rasulullah secara sopan dan beretika. Begitu juga halnya ketika para shahabiah berkomunikasi dengan para Shahabat. Pada kenyataannya, jika perempuan telah mengingkar arti kesopanan dan etika dalam berbicara maka masalah pun mulai bermunculan, entah itu image sang perempuan sendiri atau fitnah yang akan menyertainya. 

Jika berbicara saja sudah diatur sedemikian rupa bagaimana dengan perempuan yang menjadi seorang penyanyi atau hanya menyanyi tapi bukan seorang penyanyi. Untuk hal ini Islam menganjurkan perempuan untuk tidak bernyanyi dengan lagu-lagu yang mengumbar syahwat, alasannya sangat jelas dan kita pun bisa menilai itu secara rasional. Namun Islam tidak melarang perempuan melantunkan lagu-lagu yang sifatnya rohaniah atau lagu yang bertema religi. Intonasi, ekspresi, vokal, dan busana yang dikenakan perpedaannya sangat mencolok antara menyanyi dengan tema pengumbar syahwat atau cinta-cintaan dengan lagu yang bertema religi. 

Jika demikian, apakah syariat Islam mendiskriminasi perempuan? Jika tidak saya akan menjelaskan tentang hal lainnya yang berkaitan dengan perempuan. Karena menurut saya tidak ada hal yang fenomenal di dunia ini selain dari perempuan itu sendiri. Bahkan, dalam Islam dinyatakan bahwa perempuan adalah tiangnya negara, jika tiangnya rapuh maka dapat dipastikan apa yang akan terjadi dengan bangunannya.
Share this article :

+ comments + 8 comments

November 30, 2012 at 2:50 PM

Hehhehe mantepp blognya rakan..lanjutkan !

December 1, 2012 at 6:54 AM

@SIdeTEK
makasih gan atas kunjungannya...:)

December 22, 2012 at 10:22 AM

Sebenernya Syariat islam tidak mendiskriminasikan perempuan hanya saja di batasi dengan dalil dalil yang ada,,,
(seorang laki laki pemimpin bagi perempuan)
Oleh sebab itu perempuan tidak boleh menjadi pemimpin,,
banyak dalil dalil yang ada,,,,,,,
Kumpulan Tugas Makalah

December 22, 2012 at 10:26 AM

tidak gan,,,,
laki laki imamnya perempuan,,,
dari kita bisa simpulkan ko,,
dan dari mana sang hawa di ciptakan sesudah nabi pertama??????

December 22, 2012 at 10:06 PM

@ajoygedexTerimakasih atas komentarnya. Saya juga sependapat dengan Anda. Perempuan memang tidak akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Akan tetapi bagaimana dengan perempuan yang memimpin suatu daerah atau bahkan negara? Memimpin itu kan perlu kapasitas dan kwalitas serta tidak cacat hukum. Jika perempuan memilikinya mengapa harus ditahan-tahan?

December 22, 2012 at 10:30 PM

@ajoygedexBetul gan. Aceh dimasa kesultanan dulu pernah dipimpin oleh seorang Sultanah Ratu Safiatuddin. Ketika beliau berkuasa, Kerajaan Aceh mengalami kemajuan dibidang Sastra, Adat dan semangat perjuangan tentara-tentara kerajaan, karena semua tentara diberi tanah ketika pulang dari Perang, begitu pula mereka yang Syahid. Inikan sebagai suatu contoh bahwa ternyata jika perempuan itu memiliki kapasitas sebagai pemimpin dan juga kwalitas. Kan sah-sah saja.
Diawal diangkatnya Ratu Safiatuddin ini, banyak yang ulama-ulama yang protes, akan tetapi salah satu ulama besar Kerajaan Aceh, Syech Nuruddin Arraniry mengenahi perselisihan itu dan diangkatlah Putri Sultan Iskandar Muda itu menjadi ratu di Kerajaan Aceh.

January 19, 2014 at 6:23 AM

Syari'at adalah karya dari Sang Pencipta. Pastilah Yang Mencipta paling tahu apa yang terbaik untuk si ciptaan.

Si ciptaan takkan pernah mengetauhi hakikat maksud dari suatu syariat, karena keterbatasan akal.. ^^

January 19, 2014 at 6:55 AM

@Dani SiregarTerlepas dari apa yang telah Anda jelaskan, Syariat adalah hukum Allah yang diterapkan melalui nabi Muhammad SAW untuk mengontrol fungsi akal yang dimiliki oleh manusia.

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Nanggroe Aceh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger
DMCA.com