Jangan jadikan COPAS (Copy-Paste) sebagai budaya ! ! !
Pin It

Sejarah Aceh, Jangan Salahkan Ulee Balang Dalam Perang Cumbok

31comments

Sejarah Aceh, Jangan Salahkan Ulee Balang Dalam Perang Cumbok
Nanggroe Aceh - Ulee Balang atau Hulu Balang dalam kerajaan Melayu merupakan struktur paling penting pada kerajaan Aceh. Ulee Balang merupakan pemimpin yang memimpin kenegerian atau nanggroe (setingkat dengan kabupaten) dalam struktur pemerintahan Aceh. Bangsawan Aceh ini digelari dengan gelar Teuku untuk laki-laki dan Cut untuk perempuan. Kerajaan Aceh menganut sistem monarki absoulut yang meletakkan pemerintahannya secara turun temurun, begitu juga halnya dengan pemerintahan Ulee Balang yang ditetapkan secara turun temurun. Para Ulee Balang menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh dan disahkan pengangkatannya oleh Sultan Aceh, melalui surat pengangkatan atau sarakata dan telah dibubuhi stempel Cap Sikureung yang merupakan stempel resmi Kerajaan Aceh. 

Sementara Ulama Aceh juga merupakan struktur penting dalam pemerintahan Kerajaan Aceh sebagai kerajaan Islam. Ulama juga ikut dalam mengambil kebijakan terhadap hukum pemerintahan dan ulama banyak menduduki posisi strategis dalam struktur pemerintahan Aceh, seperti Qadhi dan lain sebagainya. Para Ulama ini di gelari dengan Teungku sebagai orang yang menunjukkan jalan kepada ajaran Islam. Pada masa perang Aceh ulama berperan penting dalam mengusir penjajah bersama dengan para Ulee Balang dan masyarakat Aceh. Keberadaan Ulama di dayah-dayah mengajari masyarakat Aceh ajaran Islam membuat Ulama begitu dekat dengan masyarakat. Semangat perang syahid juga didapatkan masyarakat Aceh melalui ulama. Kemulian Ulama dalam masyarakat Aceh inilah yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh Belanda untuk meruntuhkan peranan Ulee Balang dalam struktur pemerintahan Aceh. 

Perang Cumbok pun terjadi, Ulama dan Ulee Balang berperang mati-matian untuk suatu alasan yang tidak jelas. Hasutan Teungku Puteh (Dr. Snouck Hurgronje) begitu berhasil untuk menciptakan perang saudara dan memporak-porandakan kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Ulee Balang. Mereka percaya bahwa Ulee Balang adalah kaki tangan Belanda dan membantu Belanda untuk menjajah Aceh. Kefanatikan masyarakat Aceh telah menjadi bumerang tersendiri hingga sekarang. Padahal keberadaan Ulee Balang adalah sama-sama berperang untuk melawan penjajah. Ratusan Ulama dan Ulee Balang merenggang nyawa secara sia-sia untuk suatu ambisi penjajah yang tidak disadari oleh masyarakat Aceh. 

Semenjak perang Cumbok, keturunan Ulee Balang takut untuk menjadi penerus kepemimpinan pendahulunya bahkan malu untuk menerima gelar kebangsawanannya. Keadaan ini sangat tidak adil untuk mereka yang dianggap sebagai pengkhianat atau penjual negerinya sendiri kepada penjajah. Kesimpulannya adalah jangan salahkan Ulee Balang dalam perang Cumbok, mereka hanya korban oleh siasat penjajah.   




Share this article :

+ comments + 31 comments

November 15, 2014 at 7:50 AM

Saya pernah tinggal di aceh. Di kecamatan darul makmur kab nagan raya. Ada daerah di situ namanya gunung kong. Konon dulunya adalah tempat tempat persembunyian pasukan yang kalah saat perang cumbok. Benar nggak ya informasi ini ? Saya sudah hampir 10 tahun tidak ke tempat itu lagi.

December 17, 2014 at 4:45 AM

terimakasih gan atas informasinya, salam hangat gan hehe

January 8, 2015 at 4:13 AM

perang cumbok terjadi karena keserakahan ampon

Anonymous
April 14, 2015 at 9:58 PM

nyak mei anda lhr thun brpa ato jgn2 cucu snock hongkronyoe...atoe anda iri...hehe tng kwn ulama dan teuku pd saat itu hnya korban tapi hanya bbrapa yg mampu dipngruhi hingga perng itu pun berakhir...bljrlh sjrh dg bnr dr sumber yg bnar...

May 16, 2015 at 7:30 AM

@DahonoMenurut Informasi dari warga Nagan Raya dan sekitarnya, kabar tentang Gunong Kong yang merupakan tempat persembunyian para Teuku (Ampon) memang benar. Bahkan hingga sekarang anak cucu mereka sudah menguasai Nagan Raya.

May 16, 2015 at 7:32 AM

@Nyak MelPernah dengar Devide at Impera..??? Itu adalah politik Belanda untuk memecah belah orang Indonesia. Snouck Hurgronje sukses menerapkan politik itu di Aceh dengan kehancuran lini kepemimpinan.

Anonymous
July 7, 2015 at 6:32 PM

Apakah anak muda di Aceh seperti anak muda di Jawa ? mksdnya suka gaul + nongkrong ? atau mereka lebih Islami ? mohon di jawab saya hanya tertarik dgn kehidupan Aceh

July 23, 2015 at 3:22 PM

@AnonymousAnak Aceh suka nongkrong juga seperti anak muda pada biasanya, terutama di warung kopi. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, anak Aceh sangat Islami.

July 23, 2015 at 4:51 PM

Dilihat sekilas, budaya nongkrong di warung kopi aceh memang tidak elok. Tapi sebenarnya, disitulah pusat terjadinya segala transaksi bisnis masyarakat aceh. Ketika pembeli bertemu dengan produsen / supplier..

July 29, 2015 at 12:25 PM

@Tempat wisata di BogorSama=sama gan, semoga agan gak bosan2 mengelilingi blog sy. :D

July 29, 2015 at 12:30 PM

@Dahono Argo KumoroNah ane suka ma koment yang ini. Setuju sekali, karena memang inilah realitanya. Sy juga sering melihat warkop jd tempat diskusi yang hangat.

Anonymous
January 7, 2016 at 12:11 AM

@Dahono Argo Kumoro anda bnr,,

Anonymous
January 11, 2016 at 8:01 AM

nono,,

Anonymous
January 25, 2016 at 12:50 PM

Tolong belajar sejarah yang benar,,,,!!!

Anonymous
February 17, 2016 at 10:35 PM

mau belajar sejarah yg benar di mana,, para pelaku sejarah sudah tidak ada. di dlm buku,pasti ada kekurangan dan kelebihan di sana sini.yg penting,bekerja keras,punya penghasilan cukup utk menafkahi keluarga,sekolah kan anak2.kasep,,! kabeh peukara,, ibadat bektuwoe,, nyan keuh nyan sagai,,

April 10, 2016 at 11:33 PM

semangat 45... aceh is the best

July 16, 2016 at 5:13 AM

keturunan ulee balang g ad bgusnya...smpe skrg ktrunan ulee balang g pnya sfat baik...sombong,angkuh,iri,dan demi dirinya dia rela menjtuhkan bangsanya sndiri..contohnya liat aja ank ank muda yg sok begaya kaya org d pulau jawa sana..

Anonymous
July 26, 2016 at 7:41 PM

Jd,yg be gaya,d aceh skrg keturunan ulee blg semua,kah,?

Anonymous
July 26, 2016 at 8:09 PM

Jd,hebat lh,daud ber eh,itu ya,? Memimpin dua perang, cumbok dn DI,TI. Tp berapa byk org aceh yg meninggal, pd masa TI? Baik org yg tdk berdosa maupun serdadu daud ber eh,itu sendiri,? Manfaat dari prang DI itu, apa,utk aceh,? Dn pd awal nya,daud ber eh,pun, menuntut ilmu pd keturunan ulu balang,Teuku Hamid ayh dr farhan hamid,sy rasa itu karma,, atau ada argumen, kain...

September 4, 2016 at 12:06 PM

@AnonymousJangan jadi pemuda apatis bro, sejarah itu adalah pangkal untuk kita bisa berkembang dimasa depan.

September 4, 2016 at 12:09 PM

@AnonymousPerang Aceh adalah perang untuk menuntut harkat dan martabat bangsa Aceh, dan juga memperjuangkan Islam. Itu saja. Kalau dikemudian hari ada tokoh dari bagian perang Aceh ini yang materialistis, itu adalah oknum yang munafik.

December 11, 2016 at 11:57 PM

dari mana datng nya kamu keturunan hulu balang berpihak kebelanda, itu teuku umar, cut yak dhien, cut meutia berperang melawan belanda, didalam islam sudah ulama dan umara, umara itu adalah teuku atau bisa di bilang pejabat executive dan ulama bisa dibilang sekarnag pejabat legeslatif, tujuan belanda adalah menghancur kan kerajaan aceh, karena belanda itu menjajah bukan langsung berperang, tetapi belanda menjajah dengan membuat hubungan kerja sama dengan kerajaan aceh, karena aceh susah di talukan hati nya oleh belanda dengan tujuan untuk tunduk dibawah belanda dan belanda tau bahwa kerajaan aceh pada masa itu memiliki teungku(ulama) dan teuku(umara) yg bersatu dan kuat dalam strtegi dan persatuan, maka salah satu cara untuk menghacurkan kerajaan aceh, dibuat lah propoganda antara ulama dan umara, nah itu lah yg di inginkan belanda dan sekarang sudah berhasil, kerjaan aceh tinggal nama, pesan dari saya, orang aceh jgn lah mau di adu domba dan pengaruh luar masuk ke perjuangan aceh, kalau kita mengambil dari agama, menyakiti atau memusuhi sesama muslim itu bagaikan memakan bangkai saudara sendiri, apalagi berperang???....buka pikiran yg sempit yg mengatakan teuku adalah belanda, buang pikiran itu jauh 2, liat kami ini orang aceh dan darah kami darah aceh bukan darah belanda, wajah kami sama dengan kalian,bahasa kami sama dengan kalian, kenapa kalian membuat jarak dan pikiran negatif yg tidak berdasar kepada kami, kalau di liat dari perang cumbok, kami lah yg paling banyak dirugikan, banyak yg di bersalah di bantai, harta dirampas, apakah itu ajaran islam???...saudara sendiri yg di perangin???...,buka pikiran anda saudara 2 ku tercinta, jgn karena suatu jabatan atau pun uang, saudara sendiri menjadi sasaran yg tidak ada dasar nya dan propoganda nya sampai sekarang mash terdengar, kami lahir di aceh, bukan di belanda, KAMI ORANG ACEH DAN DARAH YG MENGALIR ADALAH DARAH ACEH

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Nanggroe Aceh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger
DMCA.com