Jangan jadikan COPAS (Copy-Paste) sebagai budaya ! ! !
Pin It

Misteri Meurah Pupok

4comments


Misteri Meurah Pupok
Nanggroe Aceh - Ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya: "Ketika Sultan Aceh Memancung Putra Mahkota."

Pada artikel sebelumnya diceritakan bahwa Meurah Pupok seorang putera mahkota dihukum pancung karena berzina, dia melakukan itu dengan seorang isteri perwira muda pelatih anggatan perang Kerajaan Aceh Darussalam. Perbuatan mesum mereka diketahui oleh suaminya ketika pulang dari tempat pelatihan perang di Blang Bladeh (sekarang adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Meukek, Aceh Selatan). Sang Putera Mahkota berhasil kabur dan isteri perwira muda yang cantik jelita itu menemui ajalnya di ujung pedang suaminya sendiri ketika itu juga karena saking marah dan malunya dia.

Aib yang maha dahsyat itu tidak disimpan oleh si perwira muda begitu saja. Ia bersama dengan ayah mertuanya melaporkan kejadian ini kepada Sultan Iskandar Muda. Setelah mendengar pengaduan dari mereka Sultan segera memerintahkan Seri Raja Panglima Wazir Mizan (Menteri Kehakiman) untuk melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut. Tidak lama kemudian Meurah Pupok berhasil ditemukan dan ia mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada ayahnya dan juga kepada sang perwira muda  yang sedang galau. Akhirnya sang Sultan memutuskan untuk menghukum mati anak anak lelaki satu-satunya itu dengan tangannya sendiri. Walaupun para pejabat Istana, terutama Seri Raja Panglima Wazir Mizan agar tidak melakukan hukuman itu karena Meurah Pupok adalah satu-satunya penerus Kerajaan.

Dalam peristiwa Meurah Pupok ini yang masih menjadi misteri hingga sekarang adalah apakah ada unsur politik dibalik kejadian memilukan ini? Sebab yang menggantikan posisi Sultan Iskandar Muda adalah seorang putera Raja dari Pahang yaitu Sultan Iskandar Tsani Alauddin Mughayat Syah, ketika Pahang berada dalam kekuasaan Aceh. Sultan Iskandar Tsani Alaudin Mughayat Syah menikahi puteri Alm. Sultan Iskandar Muda yaitu Sultanah Safiatuddin yang kemudian menjadi penerus suaminya sebagai Ratu Kerajaan Aceh, meski banyak polemik yang menimpanya sebelum ia diangkat menjadi sultanah dengan pembelaan seorang ulama besar dan juga cendekiawan Muslim, Nuruddin Arraniry yang kemudia namanya ditabalkan pada IAIN Arraniry di Aceh. Sultanah Safiatuddin bergelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul-’Alam Syah Johan, ia sangat menggemari sastra sehingga mendirikan perpustakaan ternama di Aceh.

Selain itu ada misteri lain yang juga belum diketahui hingga sekarang yaitu makam Meurah Pupok yang berlokasi di Kherkof kompleks pemakaman para prajurit Kerajaan Belanda yang tewas dalam pertempuran Aceh. Mengapa seorang mantan putera mahkota Sultan Iskandar Muda yang tersohor seantero dunia dimakamkan di tempat ini. Hingga akhir pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam ditahun 1903 pada saat Sultan Muhammad Daud Syah, Raja Aceh yang terakhir atau Raja Aceh yang ke-35 tidak ditemukan sumber yang jelas tentang hal ini dan tetap abadi dalam Sejarah Aceh yang begitu memukau dunia.


Share this article :

+ comments + 4 comments

Anonymous
January 17, 2013 at 2:35 PM

Koreksi bro...
Ci pike: pajan meurah peupok dipancung? abad ke 17..
Pajan belanda menginvasi Aceh? 1873 (akhir abad 19).. Beu leu Meurenoe lom beuh...

January 19, 2013 at 1:11 AM

@Anonim Alur sejarah ini dibuat dengan data yang ada. Terimakasih atas sarannya, jadi yg teh teuma yg peureulee ta koreksi??

Anonymous
November 21, 2013 at 4:21 PM

meurah pupok dihukum tdk melalui suatu persidangan. tidak ada saksi dalam kasus ini adalah konspirasi org dr kerajaan pedir istri iskandar muda dan arraniri keling india selatan untuk rencana mengangkat safiatuddin

April 5, 2017 at 1:34 PM

Lem pap, temuleh hana beutoi nyan Jeut keu fitnah..peu hana takot dosa fitnah nyan hai gam?
Ini lah awal kehancuran bumo serambi mekkah, putra mahkota yang telah disiapkan sebagai penerus, difitnah untuk merebut tampuk kekuasaan. Istri sultan iskandar muda ada dua orang, satu dari kerajaan linge gayo yaitu ibu meurah pupok putra mahkota dan satu lagi dari kerajaan pedir pidie ibu dari ratu safiatuddin. Untuk mengambil kuasa raja putro pahang mengatur siasat dengan mem fitnah meurah popuk, kemudian tanpa diadili potroi phang menghasut iskandar muda untuk menghukum mati meurah pupuk, tanpa ada saksi 4 orang dan tanpa diadili kelas ini namanya konspirasi, kondisi yang sampai saat ini belum berbeda jauh.

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Nanggroe Aceh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger
DMCA.com